Do'a yang dibaca oleh Rasululloh saw agar terlindung dari 7 macam Marabahaya

Posted by bunayya at 03:39 AM on November 6, 2009 in .

Nabi saw berdo'a minta perlindungan dari 7 perkara: do'a Beliau: 

(1) 
Allahumma Inni A'udzubika Minal Hadmi (Ya Allah, aku berlindung kpd-Mu dari tertimpa bangunan)

::> Kalimat do'a ini secara tegas menyatakan bahwa siapa-saja bisa mati tertimpa bangunan runtuh seperti yg. terjadi di Sum-Bar. Dan Nabi saw adalah kekasih Allah,sebaik-baik manusia, toh Beliau masih minta perlindungan jangan sampai tertimpa bangunan runtuh.


(2) 
Wa A'udzubika Minat-Taraddiy (Dan aku berlindung kpd-Mu dari jatuh dari tempat yg tinggi)

::> Misalnya jatuh dari atas gunung, atap rumah atau bersama pesawat terbang yg. jatuh, atau jatuh ke dalam sumur. Pokoknya Beliau saw berlindung kpd Allah jgn sampai Beliau mati karena jatuh dari tempat yg tinggi.

(3)
Wa A'udzubika Minal-Gharaqi (Dan aku berlindung kpd-Mu dari tenggelam)

::> Misalnya tercebur dikolam air yang dalam, sungai atau lautan, termasuk juga karam bersama perahu atau kapal. Pokoknya Beliau berlindung kpd Allah, jgn sampai Beliau mati tenggelam.

(4) 
Wa A'udzubika Minal-Haraqi (Dan aku berlindung kpd-Mu dari terbakar)

::> Maksudnya mati terbakar atau mengalami kebakaran seperti banyak terjadi akhir2 ini, entah disengaja atau tidak.

Wal-Harami (Dan juga pikun). ::> Pikun adalah usia tidak produktif, dan juga menjadi beban orang-lain, karena manusia yg mengalami pikun, kembali seperti anak kecil (balita) lagi. Nabi saw berlindung kpd Allah dari kondisi seperti itu.

(5) 
Wa A'udzubika An-Yatakhabbathaniasy-Syaithanu 'Indal-Maut (Dan aku berlindung kpd-Mu dari intervensi setan ketika -- aku -- akan mati). 

::> Yg.dimaksud intervensi setan ialah gangguan setan thd. hati ketika kita menghadapi sakratul-maut sehingga kita gagal mencapai husnul-khatimah (kematian yg indah).Gangguan itu antara lain, meng-halang2i kita bertaubat, membuat kita merasa tdk suka (benci) pd. kematian

Benci pd kematian berarti benci bertemu Allah.Nabi saw mengatakan: 

"Siapa yg benci bertemu Allah, maka Allah pun benci bertemu dgn.nya". Dan para ulama mengatakan,bhw gangguan setan yg paling dahsyat adalah ketika manusia menghadapi sakaratul-maut,karena saat itu merupakan kesempatan mrk yg terakhir utk memperoleh teman di Neraka. (Na'udzu Billahi Min Dzalik).

(6) 
Wa A'udzubika An Amuta Fi Sabilika Mudbiran (Dan aku berlindung kpd-Mu jika aku mati dlm. keadaan murtad dari jalan-Mu)

::> Murtad artinya meninggalkan Islam, berpaling kpd agama yg lain. Jadi, kita minta kpd. Allah agar Ia menguatkan hati dan iman kita kpd-Nya sampai ajal datang menjemput dan kita pun mati sebagai seorang muslim.

(7) 
Wa A'udzubika An Amuta Ladighan (Dan aku berlindung kpd-Mu jika aku mati karena disengat). 

::> Maksudnya, jangan sampai aku menemui kematian karena disengat, baik disengat ular, kalajengking dan binatang2 berbisa lainnya. 

(Hadits Riwayat Abu Daw...ud; 'Aunul-Ma'bud juz IV hal.410). Inilah do'a yg selalu dibaca oleh Nabi saw. agar terhindar dari 7 macam mara-bahaya yg bisa terjadi secara tiba2 dan menimpa siapa-saja.

Nabi saw bersabda: 
"Ad-Du'au Saiful-Mu'min" Artinya: "Do'a adalah senjatanya org2 yg beriman". Semoga do'a ini menjadi senjata bagi kita dalam menghadapi mara-bahaya yg datang secara tiba2 dan bisa mengenai siapa-saja. 

Amien Ya Rabbal-'Alamin
.

Add a Comment

Jangan Jadi Orang Baik

Posted by vian199 at 05:37 AM on November 1, 2009 in .

Bismillahirrahmanirrahim

 

hihihi.. lg gak bs bobo lg, nulis dulu ah.

Ibhroh sebulan lebih mama menginap dirumah ku adalah diriku jd tau perkembangan dunia persinetronan Indonesia :D ternyata, gak berubah dari dulu sama aja, tokoh antagonisnya pintar dan licik, sementara tokoh protagonisnya baik bangets, lemah banget, dan sial bangets. Yah, udah alur cerita gak mendidik, penokohan jg gak mendidik, apa lagi dialoq. Klo kehidupan seperti sinetron dah pasti gak akan ada yang mau jadi orang baik di negara ini. Ya sapa lah yang mau menderita panjang.. normalnya gak ada manusia yang mau menderita. Sejatinya semua manusia di berikan Allah insting untuk menghindari penderitaan.


Heran, dari sekian juta orang penduduk indonesia masak iya cuma pas romadhon bs dpt tontonan yang bagus ?? masak iya orang indonesia nih gak ada yang bs bikin hiburan yang mendidik dan menghibur ?? tp gak heran sih, jumlah yang merasa terhibur dengan dengan tontonan seperti itu jg masih jutaan jg :D so impas lah, ada yg jual ada yang beli

Dah ah, siap2x bobo lg, sebelum pusing mikirin gmn caranya nyulap anak kecil biar mirip dude herlino :p

 

~Shinta

 

Add a Comment

........ Hopefully ..

Posted by bunayya at 08:07 PM on October 25, 2009 in .

This day is 24th October, 2009. I’ll remember this day… when d pains felt hard and harder ..

When I have no idea to face my life as clean as I wish to be ..

I’ve been so naked before all people, and I couldn’t get anything to covering me..

I’m so shame .. where should I bring this tears?

Only You, my dear Almighty Allah …

Hari ini kan kuukir, ktika segala luka tlah terpahat abadi dengan luka dan airmata ..

Rasa malu tak terhingga yang kurasa, bercampur sakit dan lelah yang mendera ..

Kepada siapa dan kemana kan kubawa beban lara ini??

Hanya Engkau tumpuan harapan, satu-satunya..

Hari ini, kan kukenang suatu saat nanti ..

Ketika lara berganti bahagia.. dan kesulitan berubah kesenangan yang tak habis-habisnya ..

Dan ketika hari ini kutengok lagi lewat lembar catatan yang tersembunyi ini,

Aku pasti sedang tersenyum mengenangnya ..

Laa Haula wa Laa Quwwata Illaa BillAah.. al ‘aliyyul ‘adziim .. 

2 comments

Starting a new spirit ;-)

Posted by bunayya at 11:40 AM on October 15, 2009 in .

InsyaAllah, Robb.. 

Dengan keyakinan atas rahmat dan pengampunan_Mu yang Maha Luas.. 

Takkan ada lagi lara.. pun cuma sekedar nafas yang terhela. 

Ku kan selalu meyakini hati, .. bahwa episode ini akan bergulir pada saatnya.. 

Dan membawaku kepada peran selanjutnya yang mungkin indah.. 

Bisa saja, lebih Indah dari yang sekedar kubayangkan. 

InsyaAllah, Robb.. 

Dengan kesabaran yang terus kuusahakan ada, ..

Takkan ada lagi mata yang berkaca-kaca.. 

Pun meski hanya sedetik saja, kecuali.. 

Air mata kerinduanku tuk merasakan rangkulanMu dalam sujud - sujudku .. 

Dan uluran sayang_Mu disetiap butiran tasbihku. 

InsyaAllah, .. 

dan Kau Maha Menyaksikan segala tekad,.. 

Maha Menolong setiap usaha.. 

Maka bantulah hambaMu ini, yang mencoba kembali menapak .. 

Meski tertatih... tapi aku telah mengenali jalan_Mu,..

Wahai Dzat Yang Maha Waspada, .. Yang tak pernah lengah dan alpa...

Yang penuh cinta dari si pencinta, ..

Yang Maha Sayang dari kasih sayang siapapun dibumi ini,..

Bantu hamba ya Robb... Tolong hamba,..

Jangan pernah Kau tinggalkan aku, meski sekejap matapun..

Robbanaa afrigh 'alainaa shobron, wa tsabbit aqdaamanaa, wanshurnaa 'alal qoumil kaafiriin ...

Amiiinn..

 

Wilujeng enjing, langit Tangerang ... 151009 

 

Add a Comment

Jasmin, ... hari-hari baru di Pondok ;-) Part II

Posted by bunayya at 01:46 AM on October 14, 2009 in .

 

 

Denah Pondok Pesantren Noor el Hakiem Jasmin.


Secara fisik, bangunan Pondok ini gak masalah buatku. Meski jelas berbeda dengan Pondokku di Jawa dulu. Dan perbedaan itu juga ada pada mata pelajaran dan jadwalnya. Di Pondokku yang dulu, mata pelajaran agama khas Pondok dipelajari terpisah dengan mata pelajaran umum. Jadi, siangnya aku tetap sekolah seperti Sekolah Menengah Pertama biasa, sedangkan pelajaran-pelajaran khas pesantren harus kami ikuti pada pagi harinya, mulai jam 8 pagi sampai menjelang Dzuhur. Namanya Diniyyatul Wustho untuk kami yang tingkat Tsanawiyah (setingkatSMP), dan Diniyyatul ‘Ulya untuk kakak-kakak yang ‘Aliyah (setingkat SMA). 


Nah.. untuk sekolah Diniyah ini nih… yang seringnya malas diikuti. Aneh ya.. namanya juga pesantren, kok ya malah malas sama pelajaran kitab-kitabnya . Disini karena Pesantren Salaf.. jadi ya disekolah sudah full juga dengan mata pelajaran khas sebuah pesantren seperti Aqidah akhlak, Nahwu, Shorof, Fiqih, Bahasa Arab, dan lain-lain dan sebagainya.  


Jadwal harianku sejak bangun tidur adalah sholat Shubuh, ngaji kitab sampai jam 6, lalu siap-siap untuk sekolah pada jam 7. Pulang sekolah siap-siap sholat Dzuhur, makan siang trus leyeh-leyeh sebentar sambil menunggu jam 2 untuk ngaji kitab lagi sampai Ashar. Baru deh.. datang yang namanya waktu favoriteku yaitu dari habis Ashar sampai hampir Maghrib, bebas dan santai. Hehehe… 


Habis Maghrib? Ya ngaji kitab lagi sampai ‘Isya, trus habis ‘Isya adalah waktunya 
mudabbirotpunya gawe. Segala jenis persidangan berlangsung dimalam hari. Segala bentuk pelanggaran yang kami lakukan seharian tadi, malamnya langsung dapat sangsi dari mudabbirot. Yang melanggar bahasa, akan dipanggil oleh Qismul Lughoh.. yang tadi siang ketemuan sama santri cowok, atau ketauan surat-suratan, siap-siap dipanggil Qismul ‘Amn. 


Ngomong-ngomong,.. tadi namaku juga disebut sama 
Qismul I’lan lho... Tapi bukan untuk disidang, melainkan… mmm.. aku sudah waktunya pindah kamar. Dari kamar mudabbirot ke kamar santri biasa. Dan alhamdulillahnya, kakak-kakak mudabbirot memindahkanku kekamar Az-Zahra 3. Asyiikk… aku bisa bareng sama Loen, teman sekelasku yang baik dan rada bawel itu. Hehehe.. 
Dia juga senang sekali waktu aku datang ke Az-Zahra 3 sambil bawa barang-barangku. 

“Lho, Jas… pindah kesini ya? Asyiikk… kita bisa cerita-cerita dong tiap malam sebelum tidur?”
Kujawab dengan senyuman lebar sambil ngos-ngosan… Loen pun langsung meraih beberapa barang-barangku dan membantu merapikannya di lemari kosong yang sudah tersedia. Alhamdulillah.. urusan kamar sudah beres.


Tentang makanan Pondok, sebenarnya aku juga oke-oke aja sih. Cuma satu yang aku gak tahan.. disini lauknya selalu [
always dan and tidak pernah never is adalah] Pedas! Mau terong tumis.. pedas, mau sayur kangkung.. pedas, mau semacam perkedel.. juga pedas. Gak ada pilihan dan gak ada konfirmasi dulu. Masalah ini nih.. yang sering membuat aku terkangen-kangen lagi sama Pondokku dulu. Kalau saja jarak antara Pondokku ini cukup dekat sama rumah.. mungkin ummi akan datang membawakan lauk-pauk kering seperti waktu aku mondok di Jawa dulu. 

Dulu, Ummi dan Abah biasa menjengukku setiap satu bulan sekali. Disini? Mana bisa.. jarak tempuh dari Jakarta ke Lombok aja sudah memakan waktu tiga hari dua malam. Yah, berhubung kami bukan dari keluarga yang berada, maka transportasi yang selalu Abah pakai setiap kali pulang kampung kesini adalah dengan bis umum. 

Abah termasuk orang yang cukup keras mendidik anak-anaknya. Meski dulu tempat mondokku lumayan dekat (Jakarta-Bogor), tetap aja aku gak boleh dan gak bisa izin seenaknya. Kalaupun dari pihak pesantren mengizinkan, belum tentu Abah juga membolehkan. Bahkan Abah sampai-sampai pernah melarang keras aku untuk pulang, walau karena sakit sekalipun. 

“Abah gak izinkan kamu pulang, kalau belum sekarat!” 

Ihh.. tega ya? Tapi jangan kuatir.. meski Abah keras kayak begitu, Abah juga sangat sangat sayang pada anak-anak perempuannya, agak lebih dari yang laki-laki*. Kedatangan Abah ke Pondok, adalah kesempatan emas yang gak pernah aku sia-siakan. Karena disaat Abah datang itulah, beliau akan mengabulkan apapun yang kuminta. 

“Beli ini bah, beli itu… mau bayar ini, mau bayar itu” .. 

Dan Abah dengan tetap tersenyum menjawab: 

“Silakan…. buat anak-anak Abah apa sih yang gak boleh? Asal tetap betah dipondok, rajin belajar, jangan pernah melanggar peraturan, itu udah cukup buat Abah” 

Duuhh… manis banget kan? 

Aku tau, Abah gak selalu kelebihan uang, tapi kalo untuk urusan sekolah, Abah gak akan pernah bilang 
“Tidak bisa atau Tidak ada”. Sebab kata Abah, dengan anak-anaknya terus bersekolah, maka rezeki juga akan selalu datang. Jadi gak ada deh kamusnya “Gak bisa sekolahin anak karena gak ada biaya”. Kata Abah, itu adalah prinsip yang salah,… 


“Allah kan Maha Melihat setiap niat kita, dan anak-anak adalah titipan-Nya,… kalau yang dititipi senantiasa menjaga dan berusaha untuk memberikan yang terbaik buat titipan tersebut, niscaya Yang Menitipkan akan senang dan selalu menolongnya”*. Begitu… 


Duh, jadi kangen deh sama Abah,…


 

1 comments

« Newer | Older »