Hari ini rencananya mau menyerahkan revisi laporan TA ke bu Ani (pembimbing), mengingat batas waktu pengumpulan yang ditentukan oleh sekretariat sudah dekat. Agak takut juga ketemu bu Ani, karna waktu sidang kemarin sempat diragukan penelitiannya.
Tapi akhirnya memberanikan diri demi kelulusan dan agar dapat wisuda semester ini. Sampai diruangan bu Ani, ternyata beliau baru saja selesai makan siang. Linda berharap bu Ani gak akan membaca satu persatu halaman yang sudah direvisi :D tapi ternyata... bu Ani membaca kalimat perkalimat dari halaman yang sudah linda revisi

Waah jadi takut nih kalo sampe disuruh revisi lagi...dan ternyata benar, ada beberapa kalimat yang mesti ditambahkan *fiuh* cuma 2 halaman yang mesti diubah.... dan setelah itu bisa dikasih ke sekre *yay*.
Yang ingin linda ceritakan sebenernya bukan proses menghadap ke bu Ani, tapi mengenai beberapa masukan yang diberikan oleh bu Ani sewaktu linda menghadap beliau. Awalnya bu Ani bertanya Linda udah ngelamar kerja dimana aja? trus sesudah itu Beliau mengatakan bahwa ada lulusan fasilkom yang sekarang kerjanya di LSM pendidikan dan saat ini sedang mengambil program S2 mengenai pendidikan di Netherland *kalo gak salah*. Trus bu Ani bilang, salah satu faktor penting yang mesti diperhatikan di negeri ini yaitu pendidikan. Karena beliau melihat karakter-karakter rakyat Indonesia yang dibentuk dari pendidikan yang ada masih kurang baik. Terbukti dengan adanya tawuran antar pelajar sampai ke pejabat yang suka korupsi. Hal ini dikarenakan waktu sekolah ilmu yang diajarkan khususnya mengenai akhlak dan perilaku hanya diajarkan mengenai "sebab" dan "akibat" tanpa memperhatikan "proses" yang terjadi. Contohnya seperti waktu SD dalam pelajaran PMP kita hanya diharuskan untuk menghapal Pancasila, tanpa diharuskan memahami makna dari sila tersebut dan hubungannya dengan kehidupan sehari-hari.
Bu Ani juga cerita, ada metode yang berhasil diterapkan dalam dua sekolah, dimana pelajaran agama diajarkan bukan dengan menerapkan "apa saja yang tidak boleh" dan "apa saja yang boleh", tetapi dengan menghubungkan setiap kejadian dalam kehidupan dengan kaitannya dalam agama. Contohnya mengenai tawuran, apa saja penyebab, proses-proses yang menyebabkan tawuran dan akibat yang dihasilkan dari tawuran dan semuanya dihubungkan dengan agama. Metode ini terbukti efektif dengan tidak adanya tawuran di sekolah itu.
Hal lain yang diajarkan oleh bu Ani yaitu, prinsip yang harus kita tanamkan dalam dunia kerja salah duanya yaitu

"honest" dan "trust". Dengan menanamkan prinsip tersebut maka Insya Allah hidup kita akan lebih tenang khususnya dalam dunia kerja. Mungkin bisa Linda tambahkan dengan "rendah hati", seperti prinsip padi semakin berisi semakin menunduk. Akan lebih menyenangkan berbicara dengan orang yang rendah hati dibandingkan dengan orang yang tinggi hati :D
Yah itu sekelumit yang disampaikan bu Ani.... membuka cakrawala baru dan... membuat linda bersyukur diberi pembimbing TA yang baik

Gak salah kalo bu Ani bisa berhasil seperti sekarang.... itu karna prinsip yang dipegangnya juga....